Demi Menyambut SBY, Anak-Anak SD Harus Rela Kepanasan

Para siswa SD di Bandarlampung menyambut SBY: beda tipis mendidik dengan mengeksploitasi. (teraslampung.com/isb)
Bandarlampung, teraslampung.com—Demi menyambut kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ratusan anak-anak sekolah dasar di Rajabasa, Bandarlampung, harus terkena terik panas matahari, Kamis pagi (27/3). Mereka berdiri berjajar di sisi Jalan Z.A. Pagar Alam Bandarlampung. Sengatan matahari membuat sebagian anak-anak itu memanfaatkan bendera Partai Demokrat untuk melindungi diri.

Para siswa dari beberapa SD di Rajabasa dan Labuhan Ratu, Bandarlampung, itu mengaku diminta gurunya untuk menyambut Presiden SBY. SBY pagi itu dijadwalkan melintasi jalan itu untuk bertolak ke Jakarta setelah kampanye Partai Demokrat di Lampung Tengah, Rabu petang (26/3) dan bertemu denga para pengurus partai berlambang mersi pada malam harinya di Bandarlampung. 

Cerita anak-anak sekolah harus menyambut SBY bukan kali ini terjadi. Sebelumnya, hal serupa juga terjadi di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, 4 Februari 2014. Bahkan, ketika itu anak-anak harus terguyur air hujan hanya untuk menyambut kedatangan SBY. 

Menyambut kedatangan SBY di bawah guyuran air hujan juga pernah terjadi di Bengkulu pada 8 Februari 2014 lalu. Yang lebih hebat lagi, semangat para siswa menyambut SBY terjadi di Sumenep pada 4 Desember 2013 lalu. Bukan hanya istirahat sebentar, para siswa kelas 6 SD harus libur sekolah karena harus menyambut kedatangan Presiden SBY. Padahal, ketika itu para siswa kelas 6 seharusnya mengerjalan soal ujian akhir sekolah. (Isbedy Stiawan ZS/Mas Alina Arifin) 

0 komentar:

Posting Komentar

 
© 2009 CONTOH TAMPILAN | Powered by Blogger | Built on the Blogger Template Valid X/HTML (Just Home Page) | Design: Choen | PageNav: Abu Farhan